Sistem Pemungutan Pajak

Didalam sistem pemungutan pajak di Indonesia terdapat Tiga sistem Yaitu

1. Official Assessment System
Adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang 
terutang oleh Wajib Pajak. Ciri-cirinya :
– Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus.
– Wajib Pajak bersifat pasif.
– Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus.

2. Self Assessment System
Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak
yang terutang. Ciri – cirinya :
– Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada Wajib Pajak sendiri.
– Wajib Pajak aktif, mulai dari menghitung, menyetor dan melaprokan sendiri pajak yang terutang.
– Fiskus tidak menentukan besarnya pajak terutang, tetapi bersifat mengawasi dan mengoreksi penghitungan yang disajikan
oleh Wajib Pajak.

3. Semi Self-Assessment and with Holding System
Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan Wajib Pajak yang
bersangkutan untuk menentukan besarnya pajak terutang oleh Wajib Pajak.) Ciri-cirinya :
– Wewenang menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak ketiga, pihak selain fiskus dan Wajib Pajak.

#politeknik#polteknscsby#prodiakuntansi#akuntansi#pajak#seputarpajak#edukasi#nscspecialcampus#didyouknow

Categories: #didyouknow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Facebook
Google+
https://duniaakuntansi.com/2019/02/14/sistem-pemungutan-pajak">
Twitter
LinkedIn
Instagram